Logo
Post 1

‘Salam Rindu’ Menjadi Pesan Pengingat Untuk Ayah

Events

Sabtu 17 Januari 2019, Walkingalam menggelar acara yang berkolaborasi dengan Galeri Gueari (Jakarta). Opin Adhelpo Marnata, Thasya Zelinsky, Arief Wicaksana, serta Andi Ari Setiadi menjadi pemateri dalam acara tersebut. Amri (@dari_masalalu) menjadi moderator acara #ngobrolbukufoto Salam Rindu karya Opin Adelpho dan Thasya Zelinsky. Bertempat di Ngalup Co-Working Space, acara ini berlangsung lancar. Sekitar 45 peserta turut hadir meramaikan acara ini.

Buku Salam Rindu karya Opin dan Thasya menjadi point of interest dari keseluruhan acara. Pemaknaan yang dibawakan oleh pengkarya merupakan sudut pandang utama untuk penentuan alur cerita. Buku yang dikemas dengan apik tersebut didedikasikan kepada seorang ayah yang ada namun tidak pulang. Buku ini menceritakan sebuah kerinduan dari keluarga

Thasya Zelinsky yang menggiring pembaca seperti ada dalam cerita. “Kalau bikin suatu karya baiknya pakai hati, apalagi karya personal. Gimana caranya orang bikin ‘ih, gue banget nih’ yaitu ditumpahkan ke bentuk visual mana yang paling cocok, ngena ke apa yang akan di maksud. Lalu dari kuratornya mulai membantu dari pemilihan kertas, layuoting gambar. Ketika dibuka lembar-perlembar, pembaca akan tahu maksud di balik itu. Visual itu nggak bisa dibohongin. Karena ketika kita melihat gambar, memori itu bisa teringat,” ujar gadis kelahiran Jakarta ini. Selain itu, Opin juga berpesan untuk teman-teman yang ingin membuat buku foto, “Jangan takut untuk memulai, jangan takut untuk berkarya, lihat sekelilingmu, kalau kamu mampu, lakukan.”

{"arrow":"true","pagination":"true","speed":"300","autoplay":"true","autoplay_speed":"3000","loop":"true","animation_flex":"slide","slide_to_show_flex":"1","max_slide_to_show_flex":"1","slide_to_scroll_flex":"1","slide_margin_flex":"0","slide_width_flex":"0","start_slide_flex":"0","ticker_hover_flex":"true","height_auto_flex":"false","random_start_flex":"false","caption":"false"}

Harapan Thasya dan Opin setelah buku ini dipublikasikan adalah ayah Thasya dapat kembali pulang. Tidak berhenti pada buku foto Salam Rindu, ada pula sesi sharing bersama Bang Ari, sapaan akrab dari Andi Ari Setiadi. Mulai dari proses pembuatan foto sampai dengan publikasi buku foto. Pria dibalik Galeri Gueari ini telah menerbitkan banyak buku secara independen. Perbedaan dari Jakarta dan Malang dari segi pembuatan buku foto juga tentu berbeda. Hal ini didukung dengan pernyataan Ari,

“Kesadaran anak-anak di Jakarta memang udah mulai ada. Tapi karena iklim Jakarta dengan Malang sangat berbeda tentu menghasilkan karya yang berbeda pula. Di Jakarta, Keterbatasan waktu menjadi poin utama ketika akan membuat suatu buku foto. Tapi biar bagaimanapun, yang terpenting adalah niat. Kalau di Malang seharusnya bisa lebih cepat (tercipta buku foto) karena iklimnya nyaman untuk berkarya.”

 

Text : @afifahrch

Photo : @rizkidwiput

BACK TO HOME